Rabu, 26 Oktober 2016

PERSISTENCE GIRL

Posted by Unknown on 08.15 with No comments


 PERSISTENCE GIRL





Chapter 1

Chilhood

Dilahirkan di Aceh tepatnya di desa Santan jalan Medan, Fella Yorlanda is a second child from 3 brother and sister. The name Father is M.Padil and mother is Elyana. Her father from Padang Panjang who tribe chaniago and mother from  Aceh.

Fella bersekolah in Cut Meutia playground,kebiasaan Fella semasa Tk Fella like a bring bekal yang berisikan “Bakwan” jika tidak ada bakwan nasi nya tidak habis. Tapi jika ada bakwan di nasinya pasti nasinya akan habis. Saat masih di taman kanak-kanak Fella merupakan murid paling besar diantara teman-temannya,jika disekolah ada melakukan sesi foto Fella selalu ditempatkan disudut atau dibelakang.

Fella masuk kesekolah dasar yang bernama SD 03 Peniti. Saat SD ini makanan favorit Fella bukan bakwan lagi melainkan “Buah Jamblang” . buah Jamblang itu semacam buah cerry tetapi agak besar dan berwarna hitam memiliki biji. Jika dimakan warna nya menjadi biru,buah ini hanya dapat ditemukan didaerah Aceh dan sekitaran pulau Jawa. Fella suka memakan buah ini bila dicampurkan dengan “pliu”, pliu adalah minyak kelapa yang sudah dikeringkan, dan itu rasanya lezat sekali.


Saat Fella duduk dibangku sekolah dasar tepatnya kelas 2 kejadian yang maha dahsyat terjadi didaerah  tempat asal Fella tepatnya pada tanggal 24 Desember 2004. Tsunami, berhasil meluluh lantakan negeri serambi mekah tersebut. Kejadian bermula pada saat hari masih pagi, saat itu tanda-tanda nya belum terlihat sampai jam 9 pagi, Fella dan ibu masih sempat pergi untuk mencari sarapan. Saat masih didalam perjalanan ibu fella merasakan ban sepeda motor nya yang bergoyang-goyang, awalnya ibu Fella merasa bahwa ban sepeda motor yang mengalami kebocoran namun itu tidak benar.betapa terkejutnya ibu Fella melihat rumah tetangga yang bergoyang-goyang dengan instensitas yang cukup kuat,karna rumah warga pada saat itu masih berpanggung dan kayu.


Seketika keadaan menjadi sangat panik terlebih ada yang mengucapkan “gempa” . Fella dan keluarga berusaha mencari tanah lapang dan warga semua ternyata sudah sangat ramai disana. Setelah itu ada yang mengatakan ”air laut naik” awalnya Fella dan keluarga tidak tahu betul maksud dari air naik itu,karena Fella dan keluarga baru merasakan hal yang seperti itu. Jadi Fella dan keluarga hanya mengabaikan perkataan orang tersebut. Suatu ketika teman kantor ayah Fella datang dan menghampiri ayah Fella dan berkata “bang,air dah naik..ayo lah kita jauh-jauh dari sini” . karena masih belum mengerti apa arti dari air naik ayah Fella masih sibuk bertanya. Saat itu kata-kata Tsunami belum muncul. Dan saat itu ternyata nelayan nelayan di laut sudah tersapu akan gelombang yang amat sangat dahsyat tersebut. Mendengar nelayang sudah tersapu gelombang dengan segera Fella dan keluarga pergi meninggalkan tanah lapang tersebut dan menuju kerumah Nekni,Nekni adalah sebutan nenek bagi masyarakat Aceh. Memang posisi Fella dan keluarga saat itu jauh dari tempat kejadian Tsunami namun getaran-getaran gempa sangat terasa hingga beberapa radius kilometer.


Sebelum menuju kerumah Nekmi ,Fella melewati jembatan,jembatan yang semulanya jauh dari permukaan air tiba-tiba air hampir menyentuh bibir jembatan dan airnya menjadi sangat sangat hitam. Gempa yang bekekuatan lebih kurang 9 SR ini berhasil meluluh lantakan sebagian Aceh. Gempa terjadi sebanyak 2 kali ,pagi(tsunami) dan sore hari. Yang sore ini hanya gempa biasanya tetapi berkekuatan yang lebih kurang hampir sama dengan gempa sebelumnya. 


Saat itu salah satu anggota keluarga Fella belum ada kabar,semua keluarga menjadi sangat cemas karena cara untuk menghubungi Ce Eri ini tidak ada yang tahu disebabkan jaringan telpon yang mati.  Saat itu ce Eri sedang bekerja menjaga kios. Seketika tsunami datang alhamdulillah ce Eri sedang berada didalam masjid Baiturahman. Masjid Baiturahman merupakan salah satu bangunan yang sama sekali tidak hancur akan tsunami semua disekeliling masjid sudah hancur berkeping-keping. Setelah suasana agak tenang Fella dan keluarga lainnya menjemput ce Eri. Ce Eri bercerita bahwa saat dia didalam masjid ada seorang pemuda non muslim yang bercerita kepadanya saat tsunami datang seketika masjid ini dilindungi oleh “tangan yang sangat besar” seakan mengapit masjid ini agak tidak terjadi apa-apa. Pemuda itu tak mampu berkata-kata lagi setelah melihat itu. Dia percaya kuasa Tuhan,akhirnya dia dan keluarga memutuskan untuk masuk islam .



Pada tahun 2005 Fella memutuskan untuk pindah ke Pekanbaru. Saat diperjalanan menuju Pekanbaru Fella memakai transportasi hercules,karena pada saat itu pesawat jarang menuju aceh kecuali hercules. Fella pun sekolah dan menetap di Pekanbaru hingga sekarang. Dan dalam kurun waktu 10 tahun Fella kembali ke Aceh hanya untuk berlibur yaitu tepatnya pada tahun 2016 ini.



Adult

Fella Yorlanda continue school in junior high school 3 Pekanbaru. At the time, Fella include student that biasa –biasa saja. Improvment in learning is yet,there is no achievement. Fortunately,Fella have friends that always support in any form. Until the time learn english,Fella felt annoyed because she always remedial. And Fella very unhappy with the material dictation, because dictation is very difficult to her. And then Fella dont like to see the english teacher. 


But Fella always try to go ahead and study hard that reach maximum results. Finally venture Fella tidak sia-sia. In class 9 nilai Fella be nice especially in english lesson. Fella continue school in Madrasah Aliyah Negri 1 in Bandeng street Pekanbaru. When Fella enroll in Madrasah school math and english is the main requirement. Awalnya Fella sempat fell afraid not pass. But because effort Fella that big Fella can pass with a satisfactory value. Semasa Madrasah Fella, Fella improve the english skill from sosial media,maybe like twitter,facebook,and hello talk. In there, Fella always read the quote,read a story,and chatting with native. Fella many got knowledge or new vocabulary.


Fella often follow debate competition in other university or other school and other competition. In Madrasah Fella very enthusiastic with english lesson terlebih saat ada english language training for 1 month.


Now Fella continue the study in Lancang Kuning university,Fella focus in English Department. Fella become familiar with english language and many people who want become his friends.


Chapter 2 Daily Activity


In campus Fella follow the program ECC especially Debate, Fella follow debate since first semester. His got many experience in debate and friends too. Everday Fella bring bekal to campus and also selling food maybe like gorengan, it’s so delisious, gorengan Fella selalu habis. Fella also make a brownies cake and others cake,it taste so delicious.
Everyday Fella delivered by mother,jika pulang kerumah Fella with miss Dewi. Miss Dewi is the best friend Fella because they are always berdua. Fella have some account sosial media especially instagram. Fella always update daily activity in snapgram not only snapgram but Fella also upload a new photos that nice. 


Fella include cheerful person because Fella always smile and chirpy. Fella like a malay song especially Madah Berhelah. This song very popular in Malaysia. Not only Madah berhelah,Fella like some of malay song other.

Kamis, 06 Oktober 2016

SHORT STORY( LITERATURE)

Posted by Unknown on 09.04 with No comments


DRESSING OF THE WHITE


Hai Mentari,pagi ini kau kembali menyapa hari-hari yang masih terlihat sama. Terlihat sama kau tertawa karna kasih tak lagi menoleh seperti sebelumnya. Sang Putih menangis dan kau semakin mendongak ke ufuk barat. Meneteskan butir demi butir mutiara suci yang tak mampu lagi kita hentikan. Tahukah kau mentari,sang putih kini merindukan pujangga yang pernah ia singgahi,pujangga yang begitu nyaman saat didekati. Pujangga yang masih menjelajah logika dan relung hati.
Mentari,ingatkah sang putih tertatih meraba kasatnya pujangga itu? Saat dimana ia tak lagi tahu hangatnya balutan bisu. Yang mendekap erat sang putih dalam heningnya malam. Rindu? Jangan kau tanya! Belum mampu ia temukan pujangga yang membalutnya sehangat dulu. Kini rindu merengek, ia hendak bertamu pada balutan yang begitu tabu.
Balutan yang sudah tak lagi acuh pada masa lalu. Berusaha meninggalkan namun tak begitu yakin pada hadapan. Andai ia tahu begitu besar sebuah rindu pada satu pertemuan. Hanya kita yang tak pernah tahu takdir yang digariskan. Takdir yang bergerak tanpa mengerti perasaan. Takdir yang pahitnya melebihi rasa penantian. Andai balutan tahu kemana arah pulang.
Kisah akan semakin panjang mentari, Terlebih lagi saat kau dengan sombong berdiri tegak diatas awan biru. Menyinari dengan terikmu, terik yang perlahan menusuk dahaga ini. Apakah mampu disembukan oleh satu botol air mineral? Apakah kau yakin wahai mentari? Tidak,gumamku.
Bagaimana satu botol air mineral mampu menyembuhkan sang rindu. Rindu sang putih pada balutan lamanya. Kau tak mengerti mentari. Tak satupun yang kau pahami. Dahagaku tercekik saat menatap tajamnya sengatanmu. Bahkan satu botol air mineral tak sanggup menenangkanku,masih,sang putih inginkan balutannya kembali.
Dari sudut ini terlihat olehku jejeran botol termangu seraya memanggil”dahaga,basahi aku” kakiku melangkah kearah mereka. Masih melihat,apakah sama dengan yang aku inginkan. Tak begitu pasti. Samar,penilaian pandangan . mungkin begitu tinggi dampak sengatan kau mentari. Dan aku tetap menatapnya.
Sedikit perdebatan terjadi, antara otak dan hati. Semakin lama pandangan pun tak mampu lagi mempertahankan kesetiannya. Aku harus bergegas,pandangan ini pun jatuh pada sang putih. Sang putih tersenyum, ia tahu aku membutuhkannya. Lantas,ku teguk dengan pasti air mineral yang kunamai sang putih. “sejuk” gumamku.
Ternyata memang benar. Dahaga yang seolah tak berdaya kini sudah kembali pulih. Sebab kau sang putih. Sebab kau yang telah meyakinkan ku. Sebab pandangan yang entah mengapa menjatuhkan pilihan padamu. Bukan hanya aku,dan kau tahu pasti. Barangkali mereka merasakan hal yang sama serta ucapan terimakasih kan kau dengar berkali-kali.
Ucapan terimakasih bukanlah hanya sekedar sandiwara belaka. Banyak makna tersirat dibalik kata sederhana itu. “aku benci mengatakannya” kataku. Namun, tak salah jika  beberapa orang tak memahami maknanya. Kan ku ucapkan, tenang saja. Mungkin ada hati yang sedikit riang akan kata menyegankan itu. Sesegan mengucapkan rindu atas hilangnya balutan sang putih.
Rindu yang masih merajalela diatas segalanya. Rindu yang masih ditimang entah sampai kapan. Pahamilah, beratnya memikul rindu sendirian. Rindu sang putih pada balutannya. Balutan yang akhirnya kembali, ia kembali menoleh sebab ada bilik kosong jika ia merangkak jauh. Aku yakin itu, balutan sadar kepergian akan meninggalkan luka. Rindu mengerti artinya kepulangan dan kini sang putih terbalut dengan nyamannya.