Jam menunjukkan pukul 11.00 WIB, Jam jam dimana perut mulai terasa lapar ,terik matahari tak menyurutkan semangat Fella untuk tetap datang kekampus guna memenuhi mata kuliah Literature.
"Fell ,bawa gorengan ga?, laper nih" , Neira menyolek Fella. "Yah, kebetulan hari ini mama ku lagi sibuk jadi ga sempat buatnya, sorry ya" . Fella memang selalu membawa gorengan ke kampus, dan setiap ia bawa gorengannya selalu habis. Suasana hiruk pikuk memang selalu terjadi sebelum dosen masuk ke kelas, tak terkecuali Fella, Fella memang dikenal dengan cewek yang kurang heboh, tidak seperti teman teman lainnya yang menyibukkan diri dengan berbagai gadget dan kegiatan lainnya.
Sejenak fella berpikiran apakah aku mampu melewati study ini? "Aku tak takut tak bisa menyelesaikan studi ini dalam kurun waktu 3,5 atau 4 tahun". Hati dan pikiran Fella mulai bergejolak, rasa takut yang selalu menghantui jiwanya kalau kalau ditengah jalan ada masalah yang dapat mengganggu studi nya. Fella berusaha menepis segala ketakutan yang ia rasakan. "Dorrr!! Ngalamun aja lu fel" , "ihh apaan sih, siapa juga yang ngelamun" ," alah , keliatan kali fel mikirin apa sih lu, nikah? Ngurusin rumah? " ,"ya Allah, ngapain juga gua mikirn begituan Tir, ". " eh temenin gua kebawah yuk. Nganterin kunci rumah ke kakak gua" ," tumben banget lo jumpain kakak" ," ahh ayolah" semabari menarik tangan fella.
Fella dan Tiara turun kebawah untuk mengantar kunci rumah ke kakak Tiara, tetapi seketika langkah Fella terhenti disebuah kelas yang sepertinya orang orang didalamnya sangat serius, ada dosen mahasiswa semester atas yang mengenakan pakaian hitam putih. "Fell, ayukk.. Kok diam disitu sih? " Tiara berteriak dari kelas kakaknya yang berjarak kurang lebih 50m dari tempat Fella berdiri. Fella mengisyaratkan Tiara untuk naik keatas duluan, karna tak mungkin ia berteriak didepan kelas itu. "Kamu yang berdiri diluar masuk saja". "Oh iya Sir". Fella pun masuk kekelas yang isinya orang orang asing baginya. Yang ia tahu hanya beberapa dosen yang nengampu mata kuliah yang diambil nya. Fella pun bertanya kepada salah seorang kakak tingkat yang berpakaian hitam putih, "kak ini sedang apa? " ,"oh, ini sedang ujian proposal dek, kamu mahasiswa baru ya? "," iya kak saya mahasiswa baru".
Fella memperhatikan sekeliling nya, wajah stres yang paling banyak ia temui dikelas ini, keringat yang mengucur hingga ke ujung rambut. "Ya Allah beginikah ujian proposal itu? ", belum lagi dosen dosen selaky penguji yang memberikan sanggahan, kritikan, atau saran membuat mereka yang sedang ujian ini menjadi gemetar. Slide demi slide yang mereka sajikan dengan apik dan menarik masih saja terdapat berbagai kesalahan. "Ya Allah apakah aku sanggup? ". Pikirkan yang tadi mulai tenang, kini menjadi bergejolak lagi, rasa takut lagi, cemas, seakan segala kecemasan dan kegundahan mereka berpindah kepada Fella.
Fella menyadari segala sesuatu yang ingin dicapai harus dengan sungguh sungguh, dan doa dari orang-orang terdekat.
Rabu, 02 November 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar